Bagi anda yang tidak ingin repot pastinya kehadiran Online Shop sangatlah membantu. Anda bisa mendapatkan barang yang anda inginkan tanpa harus datang ke toko maupun tempat perbelanjaan. Tapi, seringkali banyak terjadi misskomunikasi antara penjual dan pembeli. Berikut kami berikan tips berbelanja ONLINE agar pesan anda bisa cepat di respon oleh penjual :
1. Tanyakan Ongkos Kirim , Lokasi pengiriman, Jasa pengiriman yang digunakan dan Bank Tujuan transfer (don’t waste your time ~ udah tanya ini itu deal harga eh gajadi karena kemahalan ongkos kirim, rekening ga sama dll ).
2. Jangan lupa sebutkan nama kecamatan / kota dimana anda tinggal. Jika hanya nama jalan yang anda sebutkan tentunya tidak akan bisa di cek karena banyak sekali nama jalan yang sama.
3. Jika ingin menanyakan harga barang, sebutkan nama/kode barang. Lebih baik lagi untuk lihat sendiri harga barang dan keterangan produk yang sudah tertera baik di Web/FB/Social Media lainnya.
4. Jika pihak onlineshop sudah memberikan keterangan Harga belum termasuk ongkos kirim, jangan memaksa penjual untuk memberikan gratis ongkos kirim.
5. Bagi yang menggunakan BBM, jangan memulai awal pembicaraan dengan PING!!! , saling menghargai satu sama lain tentunya lebih baik. (dan tentunya penjual juga bingung harus membalas apa jika hanya PING saja).
6. Begitu juga dengan pengguna non BB (baik sms,whatsapp,line,kakaotalk,wechat dan apllikasi chat lainnya) biasakan dengan sapaan dan tanyakan langsung tujuan anda. (banyak kejadian pembeli hanya mengirimkan hai,test,ini dimana,ongkir berapa tanpa ada keterangan lain dan tidak direspon oleh penjual ~ tentunya si penjual juga bingung harus merespon apa)
7. Hargai kebijakan waktu si Penjual. Jika sudah ditulis jam kerja jangan memaksakan Fast Respon diluar jam kerja mereka. Diluar berjualan mereka pasti juga punya kesibukan lain. Jangan kirim pesan berulang-ulang diluar jam fast respon mereka.
8. Baca dan Tanyakan syarat berbelanja di onlineshop tersebut. Apakah ada minimal order, Apakah berlaku sistem booked atau tidak. Jangan sampai terjadi kesalah pahaman saat sudah bertransaksi.
9. Ikuti format order yang ada agar pesan anda bisa cepat dip roses.
10. Jangan membandingkan harga dengan mengutarakan langsung ke penjual. Membandingkan boleh, tapi ada baiknya tidak usah memabdingkan harga secara langsung. Setiap penjual tentu punya pertimbangan sendiri dalam menetapkan harga jual barangnya.
11. Setelah melakukan transfer segera lakukan konfirmasi ke penjual dengan memberikan data-data untuk pengiriman seperti : Nama , Alamat (pastikan alamat yang anda beri lengkap baik dari jalan, RT/RW, no rumah , kecamatan, kabupaten, kota dan kodepos)
12. Jadi pembeli yang mandiri. Jika sudah diberi nomor resi usahakan untuk tracking/cek sendiri resi milik anda. Jangan selalu mengandalkan penjual karena beda hari tentu sudah beda pembeli yang dilayani dan tidak mungkin semua terhandle untuk mengecek satu per satu resi pembelinya.
13. Jika terjadi keterlambatan dari estimasi pengiriman. Hubungi dulu Jasa pengiriman di kota anda. Dan usahakan selalu ada orang di alamat penerima pada jangka waktu estimasi barang sampai. (estimasi adalah perkiraaan lama waktu pengiriman. Dilakukan pada jam kerja ekspedisi. Biasanya hari libur nasional/minggu tidak dihitung sebagai hari kerja)
14. Jika paket anda sudah diterima konfirmasi ke penjual bahwa paket sudah diterima. Jangan hanya konfirmasi atau minta tolong kepada penjual jika paket anda terlambat, ada baiknya mengkonfirmasi jika paket sudah anda terima.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Forrester melaporkan bahwa pada saat-saat menjelang liburan, konsumen yang berbelanja secara online meningkat.
Yang senang bukan cuma situs-situs web jualan, tapi juga para “garong digital” Karena semakin banyak transaksi, semakin besar pula kemungkinan mereka mendapat apa yang mereka inginkan.
Bagaimana agar terhindar dari gangguan para penjahat tersebut? Inilah 10 panduan aman melakukan jual-beli online:
1. Lakukan riset terhadap situs web tempat Anda berbelanja
Tips ini harus dilakukan kalau Anda berbelanja seperti pakaian online di situs web yang Anda sendiri kurang familiar. Periksa nomor telepon si penjual dan hubungi.
Kalau tidak meyakinkan, kunjungi mesin pencari Google atau Yahoo kemudian masukkan nama situs web itu. Carilah ulasan dari konsumen mereka. Kalau ada yang tidak beres, sudahlah, tinggalkan saja situs web itu.
2. Baca baik-baik kebijakan situs web terhadap data pribadi Anda
Jangan sampai di kebijakan itu ada poin yang menyebutkan kalau pengelola situs web boleh memberikan data pribadi ke pihak lain.
Baca juga kebijakan pengembalian barang. Karena barang yang dibeli tidak bisa dilihat secara fisik, harus ada garansi kalau barang yang dikirim cacat, Anda boleh mengirim barang cacat itu kembali dan tentu saja diganti dengan barang baru atau uang Anda kembali.
Periksa juga siapa yang membayar pengembalian barang itu.
3. Periksa paket barang dengan membaca deskripsi produk baik-baik.
Curigailah pada barang bermerek yang dijual dengan potongan harga yang sangat besar.
4. Jangan mudah tergoda barang murah
Jangan buru-buru jatuh cinta pada tawaran barang dengan harga murah yang datang dari e-mail, apalagi meminta ID dan password tanpa izin dari pemilik e-mail. Itu biasanya kerjaan spammer.
Tapi hati-hati, spammer bisa juga merayu. Ia mengirim e-mail yang seolah-olah datang dari perusahaan baik-baik. Sebaiknya, kunjungi situs web perusahaan baik-baik itu dan langsung belanja darisana. Jangan via e-mail atau jendela pop-up.
5. Cari tanda kalau situs web itu aman
Tanda itu biasanya berupa gambar gembok di baris status (status bar) browser. Sebelum memasukkan informasi pribadi, periksa tanda itu ada.
Ketika Anda diminta untuk memasukkan informasi pendaftaran nomor kartu kredit, lihat alamat situs web. Harusnya alamat situs web berubah dari http ke ‘shttp’ atau ‘https’. Artinya informasi pembayaran itu dienkripsi, lebih amanlah pokoknya.
6. Amankan PC Anda
Minimal PC Anda harus punya antivirus. Lebih baik lagi kalau punya anti spyware dan firewall. Ingat, peranti lunak keamanan itu harus di-update secara teratur agar PC terlindung dari ancaman terbaru. Baiknya, atur saja proses update secara otomatis.
7. Pertimbangkanlah cara pembayaran
Pembayaran biasanya dilakukan dengan kartu kredit. Dengan kartu kredit, Anda punya bukti kuat kalau Anda sudah melakukan transaksi kalau barang tidak diantar atau tidak sesuai pesanan.
Tapi, karena banyaknya pencurian nomor kartu kredit, pembayaran dengan menggunakan sistem seperti PayPal, Transfer Kirim, atau COD boleh dipertimbangkan.
8. Periksa harga total.
Harga barang, plus ongkos bungkus, plus ongkos kirim, mudah-mudahan ada diskonnya. Bandingkan harga total dari suatu situs web dengan situs web lain.
9. Simpan bukti transaksi
Termasuk deskripsi produk dan harga, kuitansi digital, dan juga salinan e-mail antara Anda dengan penjual.
10. Matikan PC Anda setelah transaksi
Kalau PC dinyalakan terus, bisa saja sudah ada garong yang sudah menanamkan malware, mengambil alih kendali PC dan melakukan transaksi.
1. Tanyakan Ongkos Kirim , Lokasi pengiriman, Jasa pengiriman yang digunakan dan Bank Tujuan transfer (don’t waste your time ~ udah tanya ini itu deal harga eh gajadi karena kemahalan ongkos kirim, rekening ga sama dll ).
2. Jangan lupa sebutkan nama kecamatan / kota dimana anda tinggal. Jika hanya nama jalan yang anda sebutkan tentunya tidak akan bisa di cek karena banyak sekali nama jalan yang sama.
3. Jika ingin menanyakan harga barang, sebutkan nama/kode barang. Lebih baik lagi untuk lihat sendiri harga barang dan keterangan produk yang sudah tertera baik di Web/FB/Social Media lainnya.
4. Jika pihak onlineshop sudah memberikan keterangan Harga belum termasuk ongkos kirim, jangan memaksa penjual untuk memberikan gratis ongkos kirim.
5. Bagi yang menggunakan BBM, jangan memulai awal pembicaraan dengan PING!!! , saling menghargai satu sama lain tentunya lebih baik. (dan tentunya penjual juga bingung harus membalas apa jika hanya PING saja).
6. Begitu juga dengan pengguna non BB (baik sms,whatsapp,line,kakaotalk,wechat dan apllikasi chat lainnya) biasakan dengan sapaan dan tanyakan langsung tujuan anda. (banyak kejadian pembeli hanya mengirimkan hai,test,ini dimana,ongkir berapa tanpa ada keterangan lain dan tidak direspon oleh penjual ~ tentunya si penjual juga bingung harus merespon apa)
7. Hargai kebijakan waktu si Penjual. Jika sudah ditulis jam kerja jangan memaksakan Fast Respon diluar jam kerja mereka. Diluar berjualan mereka pasti juga punya kesibukan lain. Jangan kirim pesan berulang-ulang diluar jam fast respon mereka.
8. Baca dan Tanyakan syarat berbelanja di onlineshop tersebut. Apakah ada minimal order, Apakah berlaku sistem booked atau tidak. Jangan sampai terjadi kesalah pahaman saat sudah bertransaksi.
9. Ikuti format order yang ada agar pesan anda bisa cepat dip roses.
10. Jangan membandingkan harga dengan mengutarakan langsung ke penjual. Membandingkan boleh, tapi ada baiknya tidak usah memabdingkan harga secara langsung. Setiap penjual tentu punya pertimbangan sendiri dalam menetapkan harga jual barangnya.
11. Setelah melakukan transfer segera lakukan konfirmasi ke penjual dengan memberikan data-data untuk pengiriman seperti : Nama , Alamat (pastikan alamat yang anda beri lengkap baik dari jalan, RT/RW, no rumah , kecamatan, kabupaten, kota dan kodepos)
12. Jadi pembeli yang mandiri. Jika sudah diberi nomor resi usahakan untuk tracking/cek sendiri resi milik anda. Jangan selalu mengandalkan penjual karena beda hari tentu sudah beda pembeli yang dilayani dan tidak mungkin semua terhandle untuk mengecek satu per satu resi pembelinya.
13. Jika terjadi keterlambatan dari estimasi pengiriman. Hubungi dulu Jasa pengiriman di kota anda. Dan usahakan selalu ada orang di alamat penerima pada jangka waktu estimasi barang sampai. (estimasi adalah perkiraaan lama waktu pengiriman. Dilakukan pada jam kerja ekspedisi. Biasanya hari libur nasional/minggu tidak dihitung sebagai hari kerja)
14. Jika paket anda sudah diterima konfirmasi ke penjual bahwa paket sudah diterima. Jangan hanya konfirmasi atau minta tolong kepada penjual jika paket anda terlambat, ada baiknya mengkonfirmasi jika paket sudah anda terima.
Sebuah studi yang dilakukan oleh Forrester melaporkan bahwa pada saat-saat menjelang liburan, konsumen yang berbelanja secara online meningkat.
Yang senang bukan cuma situs-situs web jualan, tapi juga para “garong digital” Karena semakin banyak transaksi, semakin besar pula kemungkinan mereka mendapat apa yang mereka inginkan.
Bagaimana agar terhindar dari gangguan para penjahat tersebut? Inilah 10 panduan aman melakukan jual-beli online:
1. Lakukan riset terhadap situs web tempat Anda berbelanja
Tips ini harus dilakukan kalau Anda berbelanja seperti pakaian online di situs web yang Anda sendiri kurang familiar. Periksa nomor telepon si penjual dan hubungi.
Kalau tidak meyakinkan, kunjungi mesin pencari Google atau Yahoo kemudian masukkan nama situs web itu. Carilah ulasan dari konsumen mereka. Kalau ada yang tidak beres, sudahlah, tinggalkan saja situs web itu.
2. Baca baik-baik kebijakan situs web terhadap data pribadi Anda
Jangan sampai di kebijakan itu ada poin yang menyebutkan kalau pengelola situs web boleh memberikan data pribadi ke pihak lain.
Baca juga kebijakan pengembalian barang. Karena barang yang dibeli tidak bisa dilihat secara fisik, harus ada garansi kalau barang yang dikirim cacat, Anda boleh mengirim barang cacat itu kembali dan tentu saja diganti dengan barang baru atau uang Anda kembali.
Periksa juga siapa yang membayar pengembalian barang itu.
3. Periksa paket barang dengan membaca deskripsi produk baik-baik.
Curigailah pada barang bermerek yang dijual dengan potongan harga yang sangat besar.
4. Jangan mudah tergoda barang murah
Jangan buru-buru jatuh cinta pada tawaran barang dengan harga murah yang datang dari e-mail, apalagi meminta ID dan password tanpa izin dari pemilik e-mail. Itu biasanya kerjaan spammer.
Tapi hati-hati, spammer bisa juga merayu. Ia mengirim e-mail yang seolah-olah datang dari perusahaan baik-baik. Sebaiknya, kunjungi situs web perusahaan baik-baik itu dan langsung belanja darisana. Jangan via e-mail atau jendela pop-up.
5. Cari tanda kalau situs web itu aman
Tanda itu biasanya berupa gambar gembok di baris status (status bar) browser. Sebelum memasukkan informasi pribadi, periksa tanda itu ada.
Ketika Anda diminta untuk memasukkan informasi pendaftaran nomor kartu kredit, lihat alamat situs web. Harusnya alamat situs web berubah dari http ke ‘shttp’ atau ‘https’. Artinya informasi pembayaran itu dienkripsi, lebih amanlah pokoknya.
6. Amankan PC Anda
Minimal PC Anda harus punya antivirus. Lebih baik lagi kalau punya anti spyware dan firewall. Ingat, peranti lunak keamanan itu harus di-update secara teratur agar PC terlindung dari ancaman terbaru. Baiknya, atur saja proses update secara otomatis.
7. Pertimbangkanlah cara pembayaran
Pembayaran biasanya dilakukan dengan kartu kredit. Dengan kartu kredit, Anda punya bukti kuat kalau Anda sudah melakukan transaksi kalau barang tidak diantar atau tidak sesuai pesanan.
Tapi, karena banyaknya pencurian nomor kartu kredit, pembayaran dengan menggunakan sistem seperti PayPal, Transfer Kirim, atau COD boleh dipertimbangkan.
8. Periksa harga total.
Harga barang, plus ongkos bungkus, plus ongkos kirim, mudah-mudahan ada diskonnya. Bandingkan harga total dari suatu situs web dengan situs web lain.
9. Simpan bukti transaksi
Termasuk deskripsi produk dan harga, kuitansi digital, dan juga salinan e-mail antara Anda dengan penjual.
10. Matikan PC Anda setelah transaksi
Kalau PC dinyalakan terus, bisa saja sudah ada garong yang sudah menanamkan malware, mengambil alih kendali PC dan melakukan transaksi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar